SILSILAH Nasehat dan Bimbingan dalam TARBIYATUL AULAD

? asy-Syaikh Ahmad bin Qadzlan al-Mazru’i hafizhahullah berkata :
1. Ketahuilah, bahwa hamil itu berat. Maka mintalah pertolongan kepada Allah untuk mentarbiyah putra-putrimu. Sesungguhnya Dia sebaik-baik penolong.
2. ?Doa kedua orang tua mustajab.
Maka hendaknya engkau doakan putra-putrimu dengan kebaikan dan keshalihan.
3. Bersemangatlah untuk memilih nama yang terbaik untuk putra-putrimu. Berapa banyak nama itu berpengaruh terhadap anak, baik putra maupun putri.
4. Bersegeralah untuk memberi kunyah kepada putra putrimu dengan kunyah yang baik, sebelum dia diberi gelar-gelar yang jelek.
5. Seriuslah untuk menanamkan iman dan tauhid di hati putra-putrimu. Itu adalah kalimat thayyibah, pohon yang tertanam kuat dan berbuah lebat. […]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mendidik Anak untuk Sholat

Mendidik Anak Untuk Shalat

السؤال:
عندي أولاد هداهم الله غير محافظين على الصلاة وهم في سن التكليف وإذا كنت خارج المنزل غالباً ما يصلون في البيت، فما هي طريقة المثلى في توجهه أثابكم الله؟

PERTANYAAN:
Saya memiliki beberapa anak
-semoga Alloh memberi hidayah kepada mereka- yang mereka itu tidaklah menjaga sholat, dan mereka telah berusia terkena beban taklif (telah baligh; pent.), apabila saya keluar dari rumah seringnya mereka tidaklah sholat di rumah.

Bagaimanakah cara yg terbaik untuk mengarahkan hal ini?

-semoga Alloh memberi engkau pahala-
الجواب:
الطريقة المثلى الحزم معهم بالضرب، “وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا لِعَشْرِ” الحزم معهم وعدم التساهل معهم.

JAWAB:
Cara yang terbaik adalah ketegasan, dengan pukulan:

“Dan pukullah mereka karena-nya (sholat) jika telah berusia sepuluh tahun”*

Ketegasan pada mereka, dan jangan bermudah-mudahan (lembek; pent.).

______
*HR. Abu Dawud, dan selainnya

Sumber:
http://www.alfawzan.af.org.sa/

Penerjemah:
Al Ustadz Hudzaifah bin Muhammad -hafizhahullah-

WhatsApp::
Al Fatawa Al Fauzaniyyah

Tags: , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

ABATATSA Edisi ke-2 Th.III (Tema Lingkunganku)

Majalah anak islam ABATATSA edisi Lingkunganku, khusus utk usia TKIT/RA. Berlangganan atau pembelian grosir/agen/kolektif hub 085292275856, www.abatatsa.com

https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xpa1/v/t1.0-9/10730803_986526448031019_4388995084556038353_n.jpg?oh=d36841076b1db0f98ba9d01c31a0beee&oe=54E2E4D2&__gda__=1423757674_0362fec0afc43a812e35e0e774103fe2

Tags:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Merayakan Ulang Tahun Anak

Soal: Bagaimana hukum yang berkaitan dengan perayaan hari ulang tahun perkawinan dan hari lahir anak-anak ?

Pertanyaan ini dijawab oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Jawaban : Tidak pernah ada (dalam syar’iat tentang) perayaan dalam Islam kecuali hari Jum’at yang merupakan Ied (hari Raya) setiap pekan, dan hari pertama bulan Syawaal yang disebut hari Ied al-Fitr dan hari kesepuluh Dzulhijjah atau disebut Ied Al-Adhaa – atau sering disebut hari ‘ Ied Arafah – untuk orang yang berhaji di ‘Arafah dan hari Tasyriq (tanggal ke 11, 12, 13 bulan Dzul-Hijjah) yang merupakan hari ‘Ied yang menyertai hari Iedhul ‘Adhaa.

Perihal hari lahir orang-orang atau anak-anak atau hari ultah perkawinan dan semacamnya, semua ini tidak disyariatkan dalam (Islam) dan merupakan bid’ah yang sesat. (Syaikh Muhammad Salih Al ‘ Utsaimin)

Sumber :
Al-Bid’u wal-Muhdatsaat wa maa laa Asla Lahu- Halaman 224; Fataawa fadhilatusy-Syaikh Muhammad As-Saalih Al-’Utsaimin- Jilid 2, Halaman 302.

(Sumber http://www.fatwaonline.com/fataawa/innovations/celebrations/cel003/0010428_1.htm )

Tags: , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Anak Masa Depan Umat Islam

Penulis: Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsari

Anak adalah harapan di masa yang akan datang. Kalimat ini seringkali kita dengar dan sangat lekat di benak kita. Tak ada yang memungkiri ucapan itu karena memang ia sebuah kenyataan bukan hanya sekadar ungkapan perumpamaan, benar-benar terjadi bukan sebatas khayalan belaka. Karenanya, sudah semestinya memberikan perhatian khusus dalam hal mendidiknya sehingga kelak mereka menjadi para pengaman dan pelopor masa depan umat Islam.

Lingkungan pertama yang berperan penting menjaga keberadaan anak adalah keluarganya sebagai lembaga pendidikan yang paling dominan secara mutlak, kemudian kedua orang tuanya dengan sifat-sifat yang lebih khusus. Sesungguhnya anak itu adalah amanat bagi kedua orang tuanya. Di saat hatinya masih bersih, putih, sebening kaca jika dibiasakan dengan kebaikan dan diajari hal itu maka ia pun akan tumbuh menjadi seorang yang baik, bahagia di dunia dan akhirat. Sebaliknya, jika dibiasakan dengan kejelekan dan hal-hal yang buruk serta ditelantarkan bagaikan binatang, bukan mustahil dia akan tumbuh menjadi seorang yang berkepribadian rusak dan hancur. Kerugian mana yang lebih besar yang akan dipikul kedua orang tua dan umat umumnya apabila meremehkan pendidikan anak-anaknya. […]

Tags: , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Wanita Safar dengan Anak Belum Baligh

Soal : Bolehkah seorang wanita pergi dari suatu kota ke kota lain untuk berobat bersama anak lelaki dari saudara wanitanya (keponakannya), padahal keponakannya itu belum sampai umur baligh? Sertakan dalilnya.

Pertanyaan ini dijawab oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i

Jawab : Jika anak itu sudah tamyiz, maka tidak mengapa demikian. Dia dianggap sudah tamyiz. Biasanya sampai tingkatan tamyiz bila berumur dua belas tahun atau tiga belas tahun. Jika sudah tamyiz tidak mengapa wanita itu safar dengannya bila aman dari fitnah.

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda :
“Tidak halal seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir bersafar kecuali bersama mahramnya.”
(Ijabatus Sail hal 678)

Dicopy dari Darussalaf versi offline
Sumber: Buletin Islamy Al Minhaj Edisi Perdana

Tags: , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Bolehkah Anak Memakai Pakaian Pendek?

Soal : Apakah boleh bagi anak laki-laki atau perempuan memakai pakaian yang pendek sehingga terlihat pahanya?

Pertanyaan ini dijawab oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah:

Jawab :
Adalah perkara yang telah diketahui bahwa anak-anak yang belum berumur tujuh tahun tidak ada hukum aurat padanya. Akan tetapi, membiasakan mereka memakai pakaian yang pendek sehingga mudah terlihat auratnya, tidak diragukan lagi akan menyebabkan mereka meremehkan dalam membuka aurat pada masa yang akan datang. Bahkan, banyak dijumpai terkadang seseorang tidak merasa malu dan biasa serta tidak menghiraukan membuka aurat sampai terlihat bagian pahanya karena kebiasaan yang dilakukannya pada waktu kecil. Saat sekarang, manusia terbiasa malihat bagian paha sebagaimana melihat bagian wajah. Setelah saya melihat dan memperhatikan, maka janganlah anak-anak diberikan yang demikian (pakaian pendek).

(Diterjemahkan dari oleh Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid dari Kitab Majmu’ah As- ilah)

Dicopy dari Darussalaf versi offline
Sumber: Buletin Da’wah Al Al-Atsari, Semarang

Tags: , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

ABATATSA Edisi 1 Th.III Tema Diri Sendiri

 

 

 

 

Alhamdulillah sudah terbit majalah anak islam ABATATSA edisi tema diri sendiri, khusus utk usia TKIT/RA. Berlangganan atau pembelian grosir/agen/kolektif hub 085292275856, www.abatatsa.com

10487432_916780128338985_538345148445789319_n

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kapan Anak Diwajibkan Berpuasa?

Soal: Apakah anak yang berusia di bawah 15 tahun diperintahkan untuk berpuasa sebagaimana shalat?”

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjawab:

“Ya, seorang anak yang belum baligh diperintahkan untuk berpuasa apabila dia sanggup, sebagaimana dulu para sahabat –radhiyallahu ‘anhum- melakukannya terhadap anak-anak mereka.

Para ulama telah menetapkan bahwa seorang wali hendaknya memerintahkan anak-anak di bawah perwaliannya untuk berpuasa dengan tujuan agar mereka berlatih dan terbiasa, serta menanamkan pondasi islam pada jiwa-jiwa mereka hingga menjadi kebiasaan bagi mereka. Namun apabila puasa tersebut menyusahkan atau membahayakan mereka maka sesungguhnya puasa itu bukanlah hal yang wajib bagi anak-anak tersebut.

Dan sesungguhnya di sini aku ingin mengingatkan tentang permasalahan yang dilakukan oleh sebagian orang tua yaitu melarang anak-anak mereka untuk berpuasa, berbeda dengan apa yang dilakukan oleh para sahabat –radhiyallahu ‘anhum-.

Mereka mengatakan bahwa mereka melarang anak-anak mereka karena kasih serta sayang mereka terhadap anak-anak. Yang sebenarnya, sayang terhadap anak adalah dengan memerintahkan, membiasakan serta menanamkan syariat-syariat Islam kepada mereka, karena hal tersebut –tidak diragukan lagi- merupakan kebaikan pendidikan serta kesempurnaan pengasuhan.

Telah tsabit dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda,

((إِنَّ الرَّجُلَ رَاعٌ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعْيَتِهِ))

“Sesungguhnya laki-laki itu merupakan pemimpin keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dan sudah sepantasnyalah bagi para orangtua/pengasuh -yang Allah telah menitipkan anak-anak kepada mereka– untuk bertaqwa kepada Allah ta’ala dalam pengasuhan mereka, dan memerintahkan mereka untuk melaksanakan perintah-perintah syariat Islam”.

(Diterjemahkan oleh Abu Umar Al-Bankawi dari Fatawa fi Ahkamish Shiyam Syaikh Utsaimin, soal nomor 37)

Tags: , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kapan Wanita Menutup Auratnya dari Anak-anak?

Berapa batas umur anak-anak yang diwajibkan bagi wanita untuk menutup auratnya dari anak-anak tersebut? Apakah didasarkan kepada hukum tamyiz (anak yang telah mengetahui/membedakan perkara yang baik dan buruk), atau telah balighnya?

Pertanyaan ini dijawab oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah. Jawaban beliau:

Allah berfirman menjelaskan bolehnya seorang wanita menampakkan perhiasannya kepada mereka (anak-anak) dalam surat An-Nur ayat 31 (yang artinya):

أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ

“Atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita”

Seorang anak apabila diperlihatkan kepada mereka aurat wanita dan anak tersebut melihatnya kemudian berbicara/menceritakan apa yang dilihatnya kepada orang lain, maka tidak boleh bagi seorang wanita membuka aurat di hadapannya. Keadaan yang demikian berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya karena disebabkan pergaulan di antara mereka. Terkadang seorang anak disebabkan pergaulannya dia mengetahui banyak sekali perkara yang berkaitan dengan wanita, kemudian apabila berbicara di hadapan manusia, dia menceritakan perkara tersebut. Dan sebaliknya, terkadang seorang anak tidak menghiraukan dari perkara yang mereka lihat karena belum tamyiz.

Perkara penting yang harus diperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah membatasi/mengkhususkan dengan firman-Nya

أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ

“Atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita”.

Yaitu anak-anak yang diperbolehkan bagi seorang wanita menampakkan auratnya adalah anak yang belum tamyiz yaitu yang tidak menghiraukan perkaranya kaum wanita.

(Diterjemahkan Oleh Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid dari Kitab Asilah Al-Muhimmah dan Majmu’ah As’ilah)

Sumber: Buletin Da’wah Al-Atsary, Semarang. Edisi 16 / 1427 H

Tags: ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS